pembelajaran bahasa arab inklusif

Posted: Maret 22, 2010 in Uncategorized

CARA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS INKLUSIF UNTUK SISWA SISWI TINGKAT SLTP DI PANTI ASUHAN TUNANETRA TERPADU ‘AISYIYAH PONOROGO
TAHUN AJARAN : 2008 – 2009

I. Pendahuluan

Bahasa Arab adalah salah satu bahasa yang terkenal di Dunia, ia adalah sebagai Bahasa Al-qur’an, kalamullah yang diturunkan sebagai mukjizat penutup para nabi dan rasul, dengan perantara jibril, tertulis dalam mushaf, disampaikan secara berturut-turut, membacanya adalah ibadah, yang diawali dengan surat Al-fatihah dan di akhiri dengan surat An-nas. Ia menjadi pedoman Umat Islam, Bahasa Arab adalah Bahasa yang perlu dikuasai oleh seluruh umat Islam, khususnya kader-kader umat islam. Karena Bahasa Arab merupakan bahasa primer yang di gunakan dalam alquran dan hadits sebagai kitab pedoman umat islam. Moh Yunus mengatakan bahwasanya untuk menguasainya kita perlu tau dan mempelajari hurup-hurup Arab yang disebut hurup Al-qur’an. mempelajari Bahasa Arab melalui inilah kita dapat mengetahui semua ilmu pengetahuan yang bersumber dari islam. Namun kesempatan tersebut mayoritas tersedia bagi yang normal serta mampu dalam fisik dan materi. Dalam kondisi seperti ini ternyata ada sebuah Lembaga Sosial yang memperjuangkan agar anak-anak yang tidak mampu tersebut bisa mempelajari Bahasa Arab. Lembaga tersebut adalah Panti Asuhan Tunanetra Terpadu ‘Aisyiyah Ponorogo yang terletak di jl. Ukel no 2, Kertosari, Babadan, Ponorogo, Jawa Timur. Panti ini menggunakan cara Inklusif dalam semua pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran Bahasa Arab, Dimana dalam satu kelas terdiri dari siwa normal, tunanetra, yatim piatu, dan mereka semua mendapatkan hak yang sama sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu untuk menguasai pelajaran bahasa arab yang di ajarkan. Hal ini berdasarkan landasan hukum:

1. UUD 1945 (amandemen)
Pasal 31
Ayat (1) : setiap warganegara berhak mendapatkan pendidikan.
Ayat (2) : setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

2. .UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional :
pasal 23
Ayat (1) : pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental,sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.
Ayat (2) : pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat yang terpencil, atau mengalami bencana alam, bencana sosial, dan tidak mampu dari segi ekonomi.

Maka Departemen Pendidikan Nasional mulai mencanangkan program pendidikan inklusi pada sekitar tahun 2000. Untuk murid-murid yang berkebutuhan khusus di sekolah regular. Seperti yang tercantum dalam UU Sisdiknas tahun 2003 pasal 32, ayat 1 tentang (Pendidikan Khusus), bahwa jenis anak berkebutuhan khusus diantaranya adalah:
a. Tunanetra
b. Tunarungu, Tunawicara
c. Tunagrahita : ringan (IQ = 50-70), sedang (IQ = 25-50), dan (Down Syndrome)
d. Tunadaksa : ringan, sedang
e. Tunalaras (Dysruptive), HIV AIDS & narkoba
f. Autis, Sindroma Asperger
g. Tunaganda
h. Kesulitan belajar/lambat belajar (a.I. Hyperaktif, ADD/ADHD, Dysgraphia/Tulis, Dyslexia/Baca, Dysphasia/ Bicara, Dyscalculia/Hitung, Dysfraxia/Motorik).
i. GIFTED : Potensi kecerdsan istimewa (IQ = Very Superior) dan TALENTED : Potensi bakat istimewa (Multiple Intelgences : Language, Logico-mathematic, Visuo-Spatial, Bodily-kinesthetic Musical, Interpersonal Natural, Intrapersonal Natural, Intrapersonal Spiritual) & INDIGO.
Hal ini juga berkat dukungan berbagai organisasi sosial luar negri dan dalam negeri, contohnya Hellen Keller International (HKI) yang pada tahun 2003 mulai menggalakkan program inklusif lewat OVC (Opportunity for vulnerable Children). Pada tahun 2007, DEPDIKNAS telah menunjuk lebih dari 500 sekolah dasar dan menengah di Indonesia untuk menjalankan program inklusif dan akan terus bertambah setiap tahunnya.

II. Pembahasan

A. Sekilas tentang Bahasa
Bahasa menurut para ilmuan kita terdahulu adalah suara (perkataan) yang menunjukan maksud dari suatu etnis bangsa. Dan kebanyakan ilmuan adalah aturan rumus yang berbentuk kata-kata yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi suatu golongan tertentu. Maka ia adalah adat istiadat yang digunakan sebagai alat pemersatu, dan menjadi khas pola pikir suatu bangsa, sebagai kebutuhan mereka dalam mengarungi hidup, bahkan digunakan dalam pembuatan cerita-cerita, propaganda, hiburan, percintaan, yang bersifat resmi ataupun gurauan.
B. Arti Metode
Berbicara soal cara (metode) dalam pengajaran bahasa, Edward M. Anthony ,Dalam Majalah English language teaching mengatakan: “ Method is an overall plan for the orderly presentation of language material, no part of which contradicts, and all of which is based upon the selected approach. A method is procedural. A thecnique is implementational that which takes place in classroom.
Cara (الطريقة) adalah rencana menyeluruh yang berkenaan dengan penyajian materi bahasa secara teratur, tidak ada satu bagian yang bertentangan dengan yang lain dan semuanya berdasarkan atas approach yang telah dipilih. Sifatnya procedural. Maka dengan arti lain metode adalah pengibaratan dari sebuah rencana secara umum, untuk memilih dan mengatur materi yang akan disampaikan supaya tidak bertentangan dengan panduan yang harus di jalankan, sehingga menjadi jelas bahwa panduan adalah teori dan metode adalah aplikasinya.

C. Arti Bahasa Arab
Para ilmuan Bahasa Arab memberikan Arti yang komplek tentang pengertian dari Bahasa Arab, diantaranya :
1. Bahasa arab adalah bahasa yang sudah berumur sangat lama yang terkenal dengan nama “Saamiyyah” nama ini di nisbatkan kepada Sam bin Nuh a.s, bahasa inilah yan digunakannya dan turunannya di Asia Barat dan selatan jazirah ‘Arabiyyah. Bahasa Saamiyyah sendiri terdiri dari bahasa Kan’an, Finiqi, ‘Ibri, Aromi, Nibthi, Babili, Kaldaniyyah, Siriya, Hiroglofiyyah, Habasah. Semua bahasa tadi telah menyatu menjadi Bahasa Arab yang telah tersebar diseluruh penjuru dunia dan kini kurang lebih dari seratus juta jiwa di dunia ini yang menggunakan Bahasa Arab.
2. Bahasa Arab adalah bahasa hadist Nabi, bahasa para sahabat Rosulullah, para mujahidin di jalan Allah, dan sebagai bahasa resmi untuk bermunajat kepada Allah SWT.
3. Bahasa Arab adalah bahasa yang menjelaskan tentang maksud orang-orang Arab.
4. Bahasa Arab adalah bahasa Al-qur’an yang akan abadi sampai di akhirat nanti. Prof. Anwar jundiyi mengatakan bahwa terdapat beberapa keistimewaan Bahasa Arab, diantaranya:
a. Bahasa Arab adalah bahasa pola pikir, peradaban dan aqidah, disamping juga sebagai bahasa al-qur’an yang menjadi landasan hidup manusia.
b. Bahasa Arab terjaga keutuhannya dan dapat di pahami sampai kini walaupun telah melewati umur 1700 tahun, seperti syiir-syiir jahiliyyah kepunyaan Abi Tammam, Al-bahtari, Mutanabbi. Regis Blachere seorang guru bahasa di Prancis mengatakan “ sesungguhnya keutuhan Bahasa Arab adalah keutuhan akhlaq dan agama diatas segalanya”.
c. Bahasa Arab terdiri dari berbagai metode dan penafsiran, seperti hakikat, majaz, tashrih dan kinayah.
d. Bahasa Arab sebagai bahasa etimologi dalam susunan fi’il tsulasi, untuk mempermudah menemukan bentuk-bentuk kalimat baru yang terkini dan populer.
e. Bahasa Arab terdiri dari kata-kata yang mempunyai keterkaitan erat antara satu dengan yang lainnya, seperti pada kata كَتَبَ ia bisa di buat menjadi وَمَكْتَبَةٌ وَمَكْتُوْبٌ وَكِتَابٌ كاَتِبٌ ومَكْتَبٌ, dalam lima kalimat tadi kita temukan kalimat asli yaitu kata كَتَبَ secara utuh.
D. Pembelajaran

E. Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab
Tujuan utama pembelajaran Bahasa Arab adalah profesionalisme guru mengunakan bahasa Arab dengan baik dalam bentuk ucapan atau tulisan, seperti halnya keterkaitan yang erat antara pembicara dengan pendengar, juga penulis dengan pembaca. Denagn demikian dalam pembelajaran bahasa hendaknya memperhatikan empat kemahiran berbahasa yaitu mendengar, bercakap-cakap, membaca dan menulis.
Edward M. Stack mengatakan “The objective which may be set for language teaching is to enable student to understand, speak, read, and write the foreign language with native speed.”

Pembelajaran Bahasa arab di Panti Asuhan Tunanetra Aisyiyah sudah di mulai sejak tahun 1991, dan ketika itu siswa-siswi baru terdiri dari tunanetra. Mereka terlebih dahulu mempelajari huruf arab braile. Mereka bertujuan menciptakan seseorang yang pandai dalam berbahasa Arab, sehingga ia dapat mempelajari dan memahami berbagai literatur keislaman yang tentunya berbahasa Arab, dengan demikian ia akan menemukan hakikat Islam yang sejati dalam hidupnya.
Sedangkan arti inklusif sendiri terbagi menjadi dua bagian yaitu arti secara sempit dan arti secara luas. Inklusif dalam arti sempit adalah mengikut sertakan anak berkelainan di kelas regular bersama denagn anak-anak yang lainnya. Sedangkan arti inklusif secara luas adalah merupakan pendidikan bagi semua peserta didik tanpa terkecuali dalam mengakses pendidikan, baik bagi peserta didik yang berkebutuhan khusus (tunanetra, tunarungu, tuna grahita ringan, autisme lambat belajar dan tunalaras) dan anak-anak yang memiliki keberbakatan istimewa, berkecerdasan istimewa, serta anak-anak yang termarjinalkan, kurang beruntung atau tidak mampu dari segi ekonomi pada sekolah atau lembaga penyelenggara pendidikan terdekat baik sekolah umum maupun sekolah khusus (SLB).

A. Beberapa Metode Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Inklusif
Dibawah ini adalah beberapa metode yang di pakai dalam pembelajaran Bahasa Arab berbasis inklusif di Panti Asuhan Tunanetra Terpadu ‘Aisyiyah Ponorogo :

1. Metode Tebak Pelajaran (Prediction Guide)
Ini adalah strategi yang digunakan untuk melibatkan peserta didik di dalam proses pembelajaran secara aktif dari awal sampai akhir.Dengan strategi ini peserta didik dapat terlibat dalam pembeljaran semenjak awal pertemuan dan tetap mempunyai perhatian ketika pengajar menyampaikan materi. Selam penyampaian materi peserta didik dituntut untuk mencocokkan prediksi- prediksi mereka dengan materi yang disampaikan oleh pengajar.
Langkah- langkah :
a. Guru menentukkan topik yang akan disampaikan.
b. Siswa di bentuk menjadi beberapa kelompok.
c. guru meminta siswa untuk menebak apa saja yang kira-kira akan mereka dapatkan dalam pelajaran ini.
d. siswa diminta untuk membuat perkiraan itu didiskusikan dalam kelompok.
e. sampaikan materi secara interaktif.
f. selama proses pembelajaran, siswa diminta untuk mengidentifikasi prediksi mereka yang sesuai dengan materi yang disampaikan.
g. di akhir pelajaran, tanyakan berapa prediksi mereka yang mengena.

2. Metode Teks Acak
strategi ini sangat baik digunakan untuk pelajaran bahasa, meskipun dapat juga digunakan untuk pelajaran yang lain.

Langkah-langkah :
a. guru memilih bacaan yang akan disampaikan.
b. potong bacaan menjadi beberapa bagian. Potongan bisa dilakukan per kalimat atau perdua kalimat.
c. siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.
d. setiap kelompok diberi amplop yang berisi potongan-potongan bacaan.
e. siswa disuruh menyusun potongan-potongan itu menjadi sebuah bacaan.
f. selama proses pembelajaran , siswa diminta untuk mengidentifiksi prediksi mereka yang sesuai dengan materi.
g. siswa diminta untuk membuat intisari dari bacaan.
3. Metode Card Sort.
Setrategi ini merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, karakteristik, klasifikasi, fakta, tentang obiek gerakan fisik yang dominan dalam strategi ini dapat membantu mendinamiskan kelas yang jenuh atau bosan.
Langkah-langkah:
a. Siswa diberi potongan kertas yang berisi informasi atau contoh yang tercakup dalam satu atau lebih kategori.
b. Siswa diminta untuk bergerak dan berkeliling didalam kelas guna menemukan kartu dengan kategori yang sama.
c. Siswa setelah menemukan kategori yang sama diminta mempresentasikan kategori masing-masing didepan kelas.
d. Seiring dengan presentasi dari tiap-tiap kategori tersebut, berikan poin-poin penting terkait materi pelajaran.

4. Metode Snow Balling
Strategi ini digunakan untuk mendapatkan jawaban yang dihasilkan dari diskusi siswa secara bertingkat. Dimulai dari kelompok kecil kekelompok besar sehingga pada akhir akan memunculkan dua atau tiga jawaban yang disepakati oleh siswa secara berkelompok. Materi-materi yang bersifat faktual, yang jawabannya sudah ada didalam buku teks mungkin tidak tepat diajarkan dengan metode ini.
Langkah-langkah:
a. Guru menyampaikan materi yang akan diajarkan.
b. Siswa diminta menjawab secara berpasangan.
c. Setelah siswa bekerja berpasangan tadi mendapat jawaban, pasangan tadi digabungkan dengan pasangan disampingnya.
d. Kelompok gabungan tadi diberi tugas yang sama. Tugas ini dapat dilakukan dengan membandingkan jawaban kelompok dua orang dengan kelompok yang lain.
e. Setelah kelompok gabungan selesai mengerjakan tugas setiap kelompok digabung dengan kelompok yang lain.
f. Masing-masing kelompok diminta menyampaikan didepan kelas.
g. Guru akan membandingkan jawaban dari masing-masing kelompok kemudian memberikan ulasan-ulasan dan penjelasan secukupnya.

5. Metode Drill
Metode ini di gunakan untuk mengajari siswa membaca serta mengucapkan kata –kata yang benar.
Langkah langkah :
a. Guru memberi contoh siswa megucapkan kata- kata yang sukar serta menunjukkan benda yang dimaksud
b. siswa menirukan yang diucapkan oleh guru secara berulang- ulang.
c. guru meminta siswa mengucapkan serta menghafalkan kata tersebut satu persatu
d. siswa diminta mengucapkan kata – kata bersama- sama secara berulang ulang.
e. Guru mencoba menguji siswa dengan cara guru menunjukkan barang dan siswa mengucapakan kata- katanya.

6. Metode ceramah
Metode ini gunakan dalam menerangkan suatu cerita bahasa arab.
Langkah- langkah:
a. Guru menerangkan kata kata sukar
b. Siswa mengucapkan kata – kata serta menghafalnya.
c. guru meminta siswa membaca sebuah cerita bahsa arab.
d. guru menerangkan isi dari cerita yang dimaksud.
e. Guru mengadakan tanya jawab tentang isi cerita tadi
f. Guru meminta siswa menerangkan isi cerita dengan menggunakan bahasa sendiri.

7. Metode Memasangkan
Ini adalah sebuah metode yang digunakan untuk mencari pasangan dari kalimat.
Langkah- langkah :
a. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok.
b. Guru memanggil ketua kelompok untuk berkumpul.
c. guru memberikan sebuah kertas yang ditempelkan di dinding yang berisi soal/ kalimat dan jawaban di bawa oleh kelompok.
d. Siswa diminta menempelkan jawaban pada pasangan yang cocok.
e. Guru menyimpulkan hasil dari permainan pelajaran itu.

Buku panduan Bahasa Arab yang di gunakan dalam pembelajaran tersebut adalah:
1. دروس اللغة العربية على الطريقة الحديثة, karangan “Imam Zarkasyi dan Imam Subani.”
2. حديث كل يوم, karangan “Damiri dan Habibullah.”
3. المطالعة الحديثة, مقرر للسنة الأولى بكلية المعلمين الإسلامية, karangan Mahmud Yunus.
Ketiga buku ini adalah panduan primer yang di gunakan di kelas, materi di dalamnya di bagi menjadi dua semester pertahun. Pada semester pertama pembelajaran dapat menyelesaikan sepuluh materi dalam buku panduan Bahasa Arab Durusullughah Al’arobiah ‘ala thariqoti al-haditsah, dan pada semester kedua dapat diselesaikan enam materi dari Durusullughah Al’arobiah ‘ala thariqoti al-haditsah, satu materi dari buku Haditsu Kulla Yaum, dan empat materi dari Al- muthala’ah al-haditsah.
Materi-materi yang diberikan adalah materi yang paling mudah di pelajari murid, mengingat kondisi murid bukan latar belakang pondok pesantren tapi lembaga pendidikan umum yang berada di sekitar tempat tinggal di daerah mereka. Pada mulanya guru memberikan materi Bahasa Arab yang berbentuk jumlah mufidah, akan tetapi kebanyakan mereka belum bisa memahami secara baik Bahasa Arab yang berbentuk jumlah mufidah Seperti yang di paparkan oleh Yuli Rahmawati siswi Panti Asuhan Tunanetra Terpadu ‘Aisyiyah.
Dengan sebab itu guru lebih memilih Bahasa Arab yang mudah di ingat dan di terima murid, yaitu percakapan Bahasa Arab dan kalimat-kalimat pendek yang bersangkutan dengan kegiatan murid sehari-hari di Panti Asuhan, atau yang ada hubungannya dengan barang-barang dan tempat-tempat yang sering mereka jumpai dan di pakai dalam keseharian mereka, seperti peralatan di sekolah, ruangan sekolah atau rumah, dan pakaian sehari-hari.
Cara Inklusif yang dipakai guru dalam pembelajaran, adalah siswa yang normal diminta membantu siswa-siswi yang tunanetra, dengan cara melapalkan kembali beberapa kalimat yang di sampaikan oleh guru, karena Tunanetra membutuhkan inpormasi berulang-berulang. Hal tersebut tergantung dengan kondisi IQ masing-masing, jika cerdas maka ia hanya memerlukan satu kali ulangan, jika IQ nya di bawah rata-rata maka ia membutuhkan minimal tiga kali pengulangan.

B. Kesulitan-kesulitan dan Solusi dalam Pembelajaran Bahasa arab Berbasis Inklusif.

a. Untuk tunanetra:

1) Siswa siswi tunanetra tidak bisa menulis dan memahami pelajaran tanpa mendapatkan kata-kata yang jelas dari pengajar lewat pendengarannnya.
2) Siswa tuna netra tidak dapat menerima pelajaran bahasa arab dengan cepat seperti yang normal.
3) Siswa tunanetra selalu ketinggalan dalam menulis apa yang disampaikan guru dan terkadang lupa apa yang telah disampaikan.
4) Siswa tunanetra tidak bisa mengikuti sebagian metode yang di pakai guru dalam pembelajaran seperti memasangkan atau mencocokan baik yang berbentuk kalimat dan artinya, atu pertanyaan dan jawabannya.
5) Siswa tunanetra mengalami kesulitan pemahaman dalam pelajaran yang menyangkut praktek.

Solusi:

1) Siswa siswi Tuna netra ditempatkan pada tempat duduk yang paling depan.
2) Diberikan ulangan tentang kata-kata atau pemahaman lebih dari satu kali sampai ia bisa menulis atau tau apa yang disampaikan.
3) Mereka menanyakan kembali kepada teman sebelahnya atau kepada teman yang awas atau kepada gurunya tentang apa yang telah disampaikan.
4) Mereka diberikan soal khusus yang bertuliskan braile, tugas khusus yang merekamampu atau meminta bantuan kepada temannya yang awas untuk meyakinkan atau mencarikan pasangan kalimatnya.
5) Mereka langsung disuruh memegang benda yang dimaksud dan diberi penjelasan tentang kegunaannya.

b. Untuk siswa awas :

1) Waktu pembelajaran kurang efektif dan efesian karena harus menunggu guru selesai memberikan pemahaman kepada siswa tunanetra.
2) Dalam materi yang berbentuk paraktek sering mengalami kesulitan karena terhambat oleh keikutsertaan siswa tunanetra.

Solusi :

1) Guru menggunakan waktu menulis siswa awas untuk memberikan penjelasan kepada siswa tunanetra.
2) Siswa awas beserta guru berpartisipasi lebih banyak dari pada siswa tunanetra dalam materi tersebut sehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan siswa tunanetra tinggal menerima hasilnya saja.

c. Untuk guru:

1) Materi yang diberikan hanya dapat dipaham secara maksimal oleh siswa siswi yang normal.
2) Siswa mudah lupa apa yang telah di ajarkan karena jarang digunakan
3) Belum bisa melayani siswa tunanetra secara maksimal yang yang pada akhirnya mereka lebih banyak di tuntut menghapalkan pelajaran yang diajarkan.

Solusi :

1) Guru harus menyediakan materi yang bisa di ikuti langsung oleh semua siswa yang terdiri dari orang awas dan tunanetra dalam waktu dan kesempatan yang sama.
2) Mengulangi materi lebih dari satu kali dibeberapa kesempatan lainnya dengan strategi pembelajaran yang lain, seperti di buat nyanyian, atau permainan yang lainnya.
3) Menambah guru bantu yang dapat melayani siswa tunanetra

d. Untuk panti Asuhan Tunanetra ‘Aisyiyah

1) Belum adanya guru Bahas Arab khusus untuk tunanetra
2) Kurangnya minat siswa dalam mempelajari Bahasa Arab
3) Masih kurangnya fasilitas untuk membuat lembaran ujian bagi tunanetra

Solusi :
1) Menetapkan empat guru bantu tunanetra untuk membantu siswa tunanetra dalam pembelajaran Bahasa Arab.
2) Adanya sanksi bagi siswa yang tidak mengikuti pembelajran Bahasa Arab.
3) Bekerjasama dengan SLB (Sekolah Luar biasa dalam penggunaan komputer program JAWS dan printer pencetak hurup Braile

III. Kesimpulan
Dengan demikian ada tujuh macam cara pembelajaran Bahasa Arab berbasis Inklusif di Panti Asuhan Tunanetra Terpadu ‘Aisyiyah Ponorogo yaitu:
a. Metode Tebak Pelajaran (Prediction Guide)
b. Metode Teks Acak
c. Metode Card Sort
d. Metode Snow Balling
e. Metode Drill
f. Metode ceramah
g. Metode Memasangkan (Index Card Match)

Panti Asuhan Tunanetrea ‘Aisyiyah juga mempunyai beberapa strategi untuk menangani beberapa kendala yang terjadi dalam pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Inklusif.

Komentar
  1. risha itu Q mengatakan:

    bisa di uraikan secara terperinci gak?
    mengenai strategi maupun metode nY biar lebih efektif dalam pembelajaran?????????????/

    afwan sebelumnya

    syukron

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s